Sabtu, 06 September 2014

Diagram ER

Tabel adalah kumpulan data yg mempunyai banyak bagian - bagian dari data tersebut yang dapat kita kelompokkan. Tabel tersebut dapat kita ubah menjadi diagram ER agar kita dapat melihat hubungan antar tabel master dan tabel transaksi.
Entiy Relationship Diagram adalah diagram yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data. diagram ini memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. Diagram ini terdiri dari empat komponen yaitu entitas, hubungan (relationship), atribut, dan link.
Entitas merupakan suatu objek yang dimodelkan.Entitas dibedakan menjadi dua yaitu entitas regular dan entitas lemah. Entitas regular adalah entitas yang umum dan dapat berdiri sendiri, sedangkan entitas lemah adalah entitas yang keberadaannya tergantung pada entity lain. Simbol dari entitas adalah berbentuk persegi panjang seperti gambar berikut.
Hubungan (relationship) adalah relasi yang terjadi antar himpunan entitas lainnya.  Simbol dari relasi adalah berbentuk belah ketupat seperti gambar berikut.
Atribut adalah objek yang menjelaskan maksud dari entitas maupun relasi. Atribut juga dapat dikatakan sebagai data - data yang mengisi tabel master. Simbol dari atribut berbentuk oval seperti pada gambar berikut.
 
 Link adalah sebagai penghubung antara relasi dengan entitas maupun antara entitas dengan atribut. Simbol link berupa sebuah garis lurus.
Bentuk Diagram ER terdapat 3 macam yaitu:
1. Unary
 
2. Binary
3. Ternary

Kardinalitas atau derajat relasi adalah menujukkan hubungan maksimal yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain begitu juga sebaliknya. Ada empat macam kardinalitas dalam diagram ER yaitu:
1. Banyak ke banyak
 2. Banyak ke satu
 3. Satu ke banyak
 
4. Satu ke satu

Selasa, 02 September 2014

Apa sih yang kamu ketahui tentang Basis Data? Basis Data terdiri atas dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai gudang, sedangkan data dapat diartikan sebagai representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek. Dengan demikian, basis data dapat disimpulkan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai keperluan. Konsep Basis Data adalah pengaturan data dengan kemudahan dan kecepatan dalam pengembalian kembali data/arsip. Maka dari itu yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan, pemilahan, pengelompokkan, dan pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai fungsi/jenisnya. Contoh basis data yang dapat kita ambil adalah Flat File. Flat file merupakan suatu sistem file basis data. Flat file hanya bisa digunakan oleh satu orang saja. kelebihan dari flat file ini adalah memiliki format yang berbeda. Namun, kekurangannya adalah lambat.
Tujuan dari Database adalah sebagai berikut.
1. kecepatan dan kemudahan
2. Efisiensi ruang penyimpanan
3. Keakuratan
4. Ketersediaan
5. Kelengkapan
6. Keamanan
7. Kebersamaan pengunaan
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (sistem) yang khusus. Perangkat lunak inilah yang disebut DBMS/Database Management System). Contoh dari DBMS adalah dBase, FoxBase, Rbase, Microsoft-Access dan Borland Paradox. DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basos data dalam disk. Bahasa yang digunakan dapat kita sebut sebagai Bahasa Basis Data. Bahasa Basis Data dapat dipilah ke dalam dua bentuk yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML).
DDL dapat digunakan apabila kita ingin membuat tabel, membuat indeks, mengubah tabel dan menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data. Kamus Data merupakan suatu metadata (super data) yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya. kamus data ini akan selalu diakses dalam suatu operasi basis data sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
DML merupakan bentuk bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat berupa penambahan, penghapusan, dan pengubahan data baru ke suatu basis data. DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh Model Data. Ada dua jenis DML, yaitu Prosedural dan Non Prosedural. Prosedural adalah bahasa DML yang mensyaratkan agar pemakai menentukan, data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya, sedangkan Non  Prosedural adalah bahasa DML yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.